Kamis, 01 Juni 2017

SAINT ALBERT CHOIR IN BALI COMPETITION



 
SAINT ALBERT CHOIR IN PREPARING 
FOR 
BALINESE INTERNATIONAL CHOIR FESTIVAL


Pada kali ini, SMP PL Santo Albertus telah mencoba untuk membuat gebrakan baru, dengan cara melatih anak-anak dalam paduan suara untuk mengikuti lomba koor tingkat internasional. Lomba tersebut dilaksanakan di Bali pada bulan Juli tanggal 14 hingga tanggal 20 nanti. 

Pendamping koor anak-anak, Bapak F.X. Sukardi telah mempersiapkan anak-anak untuk mengikuti kegiatan latihan sekurang-kurangnya seminggu 3X, yaitu pada hari Senin, Rabu dan Kamis. Mereka sangat bersemangat dalam berlatih, karena mereka juga didampingi oleh Ibu guru kita Bu Hany Oktavia Oshin, yang akrab dipanggil dengan sebutan Bu Oshin. Bu Oshin hobbinya adalah bernyanyi, sehingga tidak ada kesulitan bagi Bu Oshin untuk mendampingi anak-anak di sekolah. Mereka juga didampingi oleh seorang pelatih koor profesional yaitu Bapak Apolo dan akrab disebut Bang Polo. Bang Polo ini sudah memiliki record yang bagus di Gereja kami, Santa Gemma Galgani karena dia juga mendampingi kelompok koor "AMBA" atau kelompok Anak Muda Berbakat. Kelompok ini sangat sering bertugas di Gereja, baik dalam even besar atau biasa. 

Bang Polo sangat sabar dalam melatih koor, tetapi jug tegas dalam bertindak sehingga mereka anak-anak yang dilatih sangat segan. Dengan persiapan yang begitu matang ini, kita berharap agar mereka, anak-anak yang akan mengikuti lomba di Bali dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Justru ini akan menjadi hal dan pengalaman baru bagi anak-anak kita untuk tetap berkembang.

Lomba di Bali ini adalah BALI INTERNATIONAL CHOIR FESTIVAL dan seluruh peserta paduan suara dapat juga dilihat melalui layanan internet di BICF atau di http://bandungchoral.com/modul/gallery/view/99

Program ini sangat menarik perhatian para orang tua siswa, sehingga merekapun juga terlibat secara aktif dalam mendukung latihan persiapan lomba tersebut. Mereka para orang tua siswa telah diprakarsai oleh tim komite sekolah yang sungguh respek terhadap kemajuan sekolah, sehingga respon positifpun bermunculan dari para orang tua. Oleh karena itu, harapan yang ada pada kita adalah selalu belajar aktif dan bersemangat agar usaha yang telah kita untai ini tidak berlalu dengan sia-sia. 

Selamat berkarya untuk pak Kardi dan Bu Oshin.
Keep Strong

 

Sabtu, 06 Juni 2015

LAGU BAPA KAMI SATB BY MAS TOTOK

Teman-teman!

Ni saya dapat lagu Bapa Kami yang Baru dari Keuskupan Agung Jakarta.

Ntar saya upload di sini melalui link di bawah ini.

Tolong klik link nya ya!

Mau kan? Ya paling gak untuk referenssi kalian . . . . . . .

Lagu Bapa Kami tersebut karya Mas Totok Pujianto.

Aktifis koor dan seni di Keuskupan Agung Jakarta.

Nah silakan dicoba, mudah kok!

BAPA KAMI BY MAS TOTOK P

Hi guys, gimana? bagus kan?

Selamat berlatih ya, semoga bermanfaat!

Kumpulan Lagu Misa

Hello Guys,
Pa Kabar semuanya? Baik kan?
Sy harap begitulah!

Oya, ternyata belajar menyanyi tuh indah lho..........
Mau gak?????

Mau dong....
Nah, kalo mau belajar lagu enak lho.... Kita bisa nyanyi itu benar-benar menyenangkan

Saya dulu tak suka yang namanya nyanyi, sekarang apalagi .......... tapi seneng kalo ada orang nyanyi

Tapi percaya gak percaya bisa kalian buktikan bahwa ketika kita sering berlatih bernyanyi,

Kita jadi bisa nyanyi lho........!!!!!!!!

Gak aneh juga kan?

Nah coba kalian klik link berikut ini, bagi anda yang mau berlatih ataupun cari lagu untuk koor, atau mungkin juga anda seorang dirigen dan perlu lagu-lagu untuk misa.

Silakan klik!

KUMPULAN LAGU MISA

Nah, Mantap kan?

Selamat belajar dan sukses!

Jumat, 20 Februari 2015

Lagu Bapa Kami

Lagu Bapa Kami Oleh Mas Totok Pujianto

Lagu ini merupakan lagu variasi dalam paduan.
Sangat baik dan cocok untuk lagu misa kudus yang meriah/ bahagia
 Selamat melihat dan berlatih, semoga bermanfaat!

Sabtu, 08 November 2014

THE PRAYER







Mengapa berdoa?
Apa gunanya berdoa jika Tuhan mengetahui masa depan dan mengontrol segala sesuatu?
Mengapa berdoa?
Mengapa berdoa kalau Tuhan sudah secara sempurna menguasa segala sesuatu?
Mengapa berdoa kalau Tuhan telah mengetahui apa yang akan kita minta sebelum kita memintanya?

(1)
Doa adalah suatu wujud pelayanan kepada Tuhan (Lukas 2:36-38). Kita berdoa karena Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa (Filipi 4:6-7).




(2) Tuhan Yesus dan gereja mula-mula memberikan kita contoh doa (Markus 1:35; Kisah Rasul 1:14; 2:42; 3:1; 4:23-32; 6:4; 13:1-3). Jika Yesus memandang perlu untuk berdoa kita juga perlu.

(3) Tuhan menghendaki doa menjadi sarana untuk memperoleh jalan keluar untuk berbagai situasi:


           
a. mempersiapkan keputusan-keputusan 
               besar (Lukas 6:12-13)
            b. mengatasi halangan kuasa kegelapan 

               dalam hidup (Matius 17:14-21)
            c. meminta pengerja-pengerja untuk

               tuaian rohani (Lukas 10:2)
            d. mendapatkan kekuatan untuk mengatasi 

               pencobaan (Matius 26:41)
            e. cara untuk menguatkan orang lain 

               secara rohani (Efesus 6:18-19)

(4
) Kita memiliki janji Tuhan bahwa doa kita tidak akan sia-sia bahkan jika kita tidak mendapatkan apa yang secara khusus kita minta (Matius 6:6; Roma 8:26-27).



(5) Dia berjanji bahwa jika kita meminta hal-hal yang sesuai dengan kehendakNya, Dia akan memberi apa yang kita minta (1 Yohanes 5:14-15).

Kadang-kadang Dia menunda jawabanNya sesuai dengan hikmatNya dan untuk kebaikan kita. Dalam situasi-situasi ini, kita perlu dengan rajin dan bertekun dalam doa (Matius7:7; Lukas 18:1-8). Doa tidak boleh dipandang sebagai cara untuk memaksa Tuhan melakukan kemauan kita dalam dunia, tapi sebagai cara untuk menggenapi kehendak Tuhan di atas bumi ini. Hikmat Tuhan jauh melampaui hikmat kita.
Dalam situasi-situasi di mana kita tidak tahu secara persis apa yang merupakan kehendak Tuhan, doa adalah cara untuk menemukan kehendak Tuhan. Jikalau Petrus tidak meminta Yesus memanggil dia keluar dari perahu ke atas air, dia pasti sudah kehilangan kesempatan itu (Matius 14:28-29). Jikalau si wanita Siro-Fenisia yang putrinya diganggu setan tidak berdoa kepada Kristus, putrinya tidak akan sembuh (Markus 7:26-30). Jika orang buta di luar kota Yerikho tidak berseru kepada Kristus, dia akan tetap buta (Lukas 18:35-43). Tuhan telah mengatakan bahwa sering kita tidak memperoleh karena kita tidak meminta (Yakobus 4:2). Dalam pengertian tertentu, doa adalah seperti membagikan Injil dengan orang-orang lain. Kita tidak tahu siapa yang akan meresponi berita Injil sampai kita mulai membagikannya. Demikian pula dengan doa. Kita tidak akan pernah melihat hasil dari doa sampai kita berdoa.

Tidak adanya doa menyatakan tidak adanya iman dan tidak adanya kepercayaan kepada Firman Tuhan. Kita berdoa untuk menyatakan iman kita kepada Tuhan, bahwa Dia akan melakukan apa yang telah dijanjikanNya dalam FirmanNya, dan akan memberkati hidup kita dengan berlimpah lebih dari apa yang dapat kita minta atau harapkan (Efesus 3:20). Doa adalah sarana utama untuk melihat Tuhan bekerja dalam hidup orang-orang lain. Karena doa adalah cara kita untuk “bersambungan” dengan kuasa Tuhan, doa adalah cara kita untuk mengalahkan musuh dan pasukannya (Iblis dan tentara-tentaranya) yang dengan diri sendiri kita tidak akan berdaya. Karena itu kiranya Tuhan kerap kali menemukan kita di hadapan tahtaNya, sebab kita memiliki Imam Besar di surga yang dapat memahami segala yang kita alami (Ibrani 4:15-16). Kita memiliki janji bahwa doa orang benar apabila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16-18). Kiranya Tuhan memuliakan namaNya dalam hidup kita saat kita percaya dan sering datang kepadanya di dalam doa.

 

Source:
Ø  http://remajadalamterang.blogspot.com/2012/06/mengapa-berdoa-apa-gunanya-berdoa-jika.html

Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja



Santo-Santa
15 November
Santo Albertus Agung, Uskup dan Pujangga Gereja




Albertus lahir di Lauingen, danau kecil Danube, Jerman Selatan pada tahun 1206. Orangtuanya bangsawan kaya raya dari Bollstadt. Semenjak kecil ia menyukai keindahan alam sehingga ia biasa menjelajahi hutan-hutan dan sungai-sungai di daerahnya. Pengalamannya ini nantinya akan menjadi bahan tulisannya yang berhubungan dengan Ilmu Alam dan Ilmu Tumbuh-tumbuhan.

             Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Padua, dan dari sini ia melangkah masuk ke dalam hidup membiara dalam Ordo Dominikan. Yordan dari Saxoni, Jenderal kedua Ordo Dominikan menganggap Albertus sebagai tokoh yang cocok untuk cita-citanya yaitu mengkombimasikan hidup rohani, pewartaan dan mengajar. Oleh karena itu, ia kemudian mengirim Albertus ke Koln, Jerman untuk mengajar rekan-rekannya di semua biara Dominikan di kota itu. Ia mengajar di sana selama hampir 10 tahun. Karena kesalehan hidupnya dan pengetahuannya yang luar biasa luas dan mendalam itu, ia semakin terkenal. Oleh rekan-rekannya dan orang-orang sezamannya, Albertus disebut sebagai 'Yang Agung, Tiang Gereja, Doktor Umum atau Sarjana Umum'. Albertus kemudian diangkat sebagai mahaguru di Universitas Koln. Murid-muridnya yang terkenal antara lain Thomas Aquinas, yang kemudian dinyatakan juga sebagai 'kudus' dan dihormati sebagai seorang Sarjana Gereja, seperti gurunya. Selanjutnya ia mengajar sebagai mahaguru di Universitas Paris, di mana ia bertemu dan menjalin persahabatan dengan raja Ludovikus yang saleh itu. Di sini ia menulis banyak buku yang membuatnya semakin terkenal di seluruh Eropa.



 
Pada tahun 1256 ia menjabat sebagai administrator di Curia Roma. Ia berhasil membela masalah-masalah menyangkut aturan-aturan hidup membiara dari Santo Dominikus dan Fransiskus terhadap serangan William. Karena hasil pembelaannya sangat brilian, maka Paus Aleksander IV (1254-1261) mengangkatnya menjadi uskup di kota Regensburg. Tetapi pada tahun 1262 setelah menyelesaikan masalah-masalah penting di dalam keuskupannya, ia mengajukan permohonan pengunduran diri. Lalu ia pulang ke Koln untuk menjalani saat-saat terakhir hidupnya. Di sana pun ia melanjutkan tulisan-tulisannya dalam beberapa tema, sambil menjadi uskup pembantu dan mahaguru. Albertus kemudian mengadakan perjalanan pastoral ke seluruh Jerman dan Bohemia, lalu pergi ke Timur Tengah dan Tanah Suci, dan pada tahun 1247, ia mengikuti Konsili Lyons.



Albertus dikenal rendah hati dan suci hidupnya. Ia menaruh devosi yang besar kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus dan kepada Bunda Maria. Semua itu tampak jelas di dalam syair-syair dan lagu-lagu yang digubahnya dan di dalam 50 buah buku yang ditulisnya. Ketika mengikuti Konsili Lyons itu, ia tidak lupa mengenang muridnya Santo Thomas Aquinas. Ia. merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Thomas. Setelah ia mengadakan pembelaan terakhir terhadap ajaran Thomas Aquinas, ia meninggal dunia pada tanggal 15 Nopember 1280, dalam usia 87 tahun. Kesucian hidupnya didukung dengan banyak mujizat.

PANDUAN MENGERJAKAN SOAL DESCRIPTIVE

 DESCRIPTIVE  Well Students, Now I want to tell you before you do exercise about "Descriptive Text" You must do these rules: 1. Re...